Apartemen Jakarta Barat di Kedoya Utara Wang Residence Cerita Kenapa Saya Jatuh Cinta pada Unit UpperHouse dan Penthouse
Apartemen Jakarta Barat di Kedoya Utara Wang Residence |
Dan itu bukan omong kosong marketing doang.
Dari Pencari Hunian Jadi Pengamat Setia Arsitektur
Sebelum gue cerita lebih jauh tentang Wang Residence, lo perlu tahu sedikit latar belakang gue. Gue udah 12 tahun tinggal di Jakarta. Pindah-pindah. Dari rumah petak di Palmerah, kost eksklusif di Tomang, sampai apartemen 1BR di daerah Grogol yang katanya mewah tapi suara gensetnya bisa bikin orang kesurupan tengah malam.
Sampai akhirnya gue capek. Capek pindah. Capek kecewa. Gue butuh tempat yang bikin betah, yang bukan cuma buat tidur doang, tapi juga bikin hidup lebih tertata. Waktu itulah gue mulai serius cari apartemen di Jakarta Barat, yang lokasinya strategis, nyaman, dan punya desain yang nggak norak.
Masuklah gue ke Apartemen Jakarta Barat di Kedoya Utara Wang Residence.
Lokasi: Kedoya Utara — Strategis, Tapi Tetap Tersembunyi
Gue nggak lebay, tapi Kedoya Utara di Kebon Jeruk tuh punya vibe yang susah dijelasin. Di satu sisi lo deket ke tol (akses ke Jakarta Selatan dan Utara gampang), mall juga banyak (PX Pavilion, Puri Indah Mall, Lippo Mall), tapi nggak segaduh dan sekacau daerah-daerah lain di Jakarta Barat.
Wang Residence tuh kayak oasis di tengah rimba beton.
Posisinya tersembunyi dari jalan utama, tapi justru itu yang bikin private. Cocok buat orang-orang yang kerja di bisnis, entrepreneur, atau siapapun yang pengen tenang sepulang kerja tapi tetap bisa akses semua fasilitas kota.
Unit UpperHouse Tipe J: 2 Kamar, 130 m², Tapi Rasanya Kayak Rumah
Gue dapet kesempatan buat masuk ke unit UpperHouse Tipe J. Ini unit 2 kamar tidur dengan luas 130 meter persegi semi gross. Gue ulang: 130 meter! Gila.
Begitu masuk, kesan pertama? Lapang. Ceiling-nya tinggi banget (sekitar 3,2 meter), bikin ruangan jadi terasa megah. Gue sempat mikir, “Ini beneran apartemen, bukan rumah tapak yang disulap?”
Yang bikin gue makin suka:
-
Lantai living & dining pakai marmer impor. Jadi adem banget kalau jalan tanpa alas kaki.
-
Kamar tidur pakai timber flooring, kesannya hangat dan natural.
-
AC sudah include di ruang tamu dan semua kamar, dan ini DAIKIN loh. Bukan merek murahan.
-
Dapurnya? Ini bukan dapur kos-kosan ya. Ada pantry island dari Vivere, lengkap sama kompor tanam, oven, microwave, cooker hood dari Ariston – Italia. Rapi, modern, elegan.
-
Semua kamar dapet wardrobe. Jadi nggak usah ribet beli lemari tambahan.
Dan... ini yang bikin gue speechless: ada double private lift Mitsubishi langsung ke unit. Yes. Jadi lo masuk apartemen tanpa harus lewat lorong kayak hotel. Langsung dari basement ke unit lo sendiri. Privasi? 100%.
Penthouse Tipe A: 3 Kamar, 224 m², View City & Pool
Gue juga sempat ngintip Penthouse Tipe A. Ukurannya 224 m². Serius, ini bukan apartemen biasa. Ini udah masuk kategori luxury real estate Jakarta Barat.
Bayangin lo punya ruang tamu seluas hampir lapangan badminton, ceiling tinggi, full marmer, view langsung ke city atau kolam renang. Malam-malam, buka jendela, liat skyline Jakarta yang penuh lampu — rasanya kayak tinggal di film Hollywood.
Kamar utama? Ada ensuite bathroom dengan perlengkapan dari Grohe. Ada water heater di semua kamar mandi. Wardrobe custom-built. Dan lagi-lagi, lift pribadi.
Jujur, gue waktu itu sempat bengong. Harga Rp9,55 miliar mungkin bikin orang mundur, tapi buat segmen yang tahu kualitas dan cari eksklusivitas, ini worth every penny. Harga segitu buat 3 kamar, view premium, interior mewah, dan fasilitas lengkap? Masih masuk akal.
Fasilitas yang Bikin Lo Nggak Mau Keluar
Lo tau nggak? Kadang, alasan gue males keluar rumah bukan karena mager, tapi karena di Wang Residence fasilitasnya udah bikin betah.
Beberapa yang menurut gue paling keren:
-
Kolam renang outdoor dengan konsep resort. Airnya bersih, tenang, nggak rame anak kecil teriak-teriak.
-
Gym lengkap — bukan gym kecil-kecilan. Ada alat buat angkat beban, cardio, yoga space, semuanya.
-
Taman bermain anak yang aman dan bersih.
-
Parkiran pribadi buat penghuni. Jadi nggak usah rebutan atau parkir paralel.
-
Sistem keamanan canggih, dengan video phone, panic button, dan staf keamanan yang profesional.
Dan kalau lo tanya, “Gimana internetnya?” Jawaban gue: stabil. Gue pernah kerja dari unit ini pakai Zoom, buka tab 20-an browser, sambil download file 3GB. Lancar.
Service Charge dan Biaya Lain: Transparan dan Masuk Akal
Gue suka banget kalau developer jujur dari awal soal biaya tambahan. Di Wang Residence, semuanya jelas:
-
Service charge Rp28.000/m² per bulan
-
Sinking fund Rp2.500/m² per bulan
Jadi kalau lo beli unit UpperHouse 130 m², ya service charge lo sekitar Rp3.640.000 per bulan, dan sinking fund-nya sekitar Rp325.000 per bulan. Buat gue ini masuk akal banget, apalagi dengan layanan dan maintenance yang lo dapet.
Kenapa Gue Akhirnya Seriusin Beli?
Awalnya gue cuma mau survey. Tapi makin sering gue datang, makin gue sadar: this place grows on you.
Lo tahu nggak, kadang kita mikir terlalu rasional. Cek harga per meter, cek ROI, cek spek bangunan. Tapi hati kita nggak bisa dibohongi. Gue sempat bandingin dengan beberapa apartemen lain — yang bahkan lebih murah — tapi rasanya beda.
Di Wang Residence, gue ngerasa kayak… ini rumah. Bukan sekadar investasi. Tapi juga tempat buat nge-restart hidup. Entah lo orang kantoran, entrepreneur, atau content creator yang butuh peace of mind — tempat ini punya atmosfer yang ngangkat energi lo.
Tips Buat Lo yang Lagi Cari Apartemen di Jakarta Barat
Kalau lo lagi di posisi kayak gue dulu — galau cari hunian yang nyaman tapi tetap bisa jadi aset jangka panjang — gue kasih beberapa tips dari pengalaman gue pribadi:
-
Jangan cuma liat harga per meter. Liat juga kualitas bangunan, lokasi, kemudahan akses, dan FENG SHUI ruangannya (serius, ini ngaruh ke mood).
-
Cek ceiling height. Tinggi plafon ngaruh banget ke sirkulasi udara dan kenyamanan. Wang Residence punya ceiling 3,2 meter. Ini langka.
-
Fasilitas harus usable, bukan cuma marketing gimmick. Kolam renang yang bisa lo nikmati tiap pagi lebih penting daripada rooftop garden yang gak pernah dibuka.
-
Perhatikan service charge & sinking fund. Transparansi itu penting. Kalau developer dan marketingnya jelas dari awal, biasanya proyeknya juga bagus.
-
Cek developer dan manajemen. Wang Residence dikembangkan oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya, dan dipasarkan resmi oleh Sarana Jaya Property. Mereka bukan pemain baru, dan itu penting buat jaminan kualitas.
Kalau Gue Beli, Unit Mana yang Gue Pilih?
Kalau duit nggak jadi masalah, obviously gue pilih Penthouse Tipe A. Tapi realistisnya, gue sangat nyaman dengan UpperHouse Tipe J.
Dengan harga Rp5,55 miliar untuk 2 kamar dengan kualitas sekelas resort internasional, gue ngerasa ini adalah salah satu hidden gem properti Jakarta Barat.
Dan siapa tahu, 5 tahun lagi nilainya udah naik 30%?
Lo Cari Apartemen atau Lo Cari Tempat Hidup?
Akhir kata, kalau lo cuma cari tempat numpang tidur, mungkin banyak pilihan apartemen murah di luar sana.
Tapi kalau lo cari tempat tinggal yang bisa jadi investasi, jadi sumber inspirasi, dan bahkan jadi tempat healing tiap hari, menurut gue lo perlu banget cek Wang Residence di Kedoya Utara ini.
Dan lo nggak perlu ambil kata-kata gue mentah-mentah. Coba aja datang langsung. Rasakan. Jalan pelan-pelan di lantai marmernya. Duduk sebentar di sofa sambil liat langit Jakarta dari balkon tinggi. Siapa tahu, lo juga jatuh cinta kayak gue.
Kalau lo butuh info lebih lanjut atau pengen tanya-tanya unit, bisa langsung cek ke tim pemasarannya:
👉 Instagram @saranajayaproperty
👉 Facebook Sarana Jaya Property